Flu babi adalah penyakit pernafasan yang mengenai babi dan disebabkan oleh virus Influenza tipe A. Virus flu babi dapat beredar diantara babi sepanjang tahun, tapi kebanyakan penyebaran terjadi pada akhir musim gugur dan sepanjang musim dingin, mirip dengan penyebaran influenza pada manusia. Virus ini menyebabkan banyak babi yang sakit, tapi angka kematiannya rendah.
Virus flu babi, yang menimbulkan penyakit pada abi, sangat jarang menulari manusia. Akan tetapi, penularan pada manusia terjadi juga secara sporadis. Kasus ini kebanyakan terjadi pada orang-orang yang berhubungan langsung dengan babi, tapi ada tercatat juga penularan virus flu babi ini dari manusia ke manusia.
Flu babi menular ke manusia terutama melalui kontak langsung dengan babi yang terinfeksi. Penularan terjadi melalui kontak dengan ludah, ingus dan kotoran babi. Penularan dari manusia ke manusia dapat juga terjadi dengan cara yang sama dengan penyebaran flu musiman pada manusia.
Sampai saat ini tidak ada bukti bahwa flu babi dapat ditularkan kepada manusia yang memakan daging babi atau produk babi lainnya yang telah dimasak dengan baik.
Gejala-gejala flu babi pada manusia mirip dengan gejala-gejala flu musiman pada manusia. Gejala awalnya adalah demam tinggi yang diikuti oleh batuk, radang tenggorok, pilek, dan kadang-kadang sesak nafas beberapa hari kemudian.
Untuk mendiagnosa flu babi, diperlukan sediaan dari saluran pernapasan yang diambil dalam 4-5 hari pertama sakit, yaitu pada saat seseorang yang terinfeksi paling mungkin menyebarkan virus. Akan tetapi beberapa orang, terutama anak-anak, akan menyebarkan virus pada hari ke 10 atau lebih lama lagi.
Ada empat antivirus yang boleh digunakan di Indonesia untuk mengobati influenza, yaitu: amantadine, rimantadine, oseltamivir dan zanamivir. Sementara sebagian besar virus flu babi bisa diobati menggunakan keempat obat tersebut, virus terbaru yang didapatkan dari manusia tidak mempan dengan amantadine dan rimantadine. Badan Penanggulangan Penyakit Menular Amerika merekomendasikan oseltamivir (Tamiflu®) atau zanamivir (Relenza®) untuk pengobatan dan/atau pencegahan infeksi virus flu babi.
Sampai saat ini belum ada penderita flu babi di Indonesia.
Sampai saat ini belum ada laporan mengenai penderita flu babi di Indonesia. Departemen Kesehatan Indonesia sedang memantau situasi ini dengan ketat dan akan memberikan pengumuman bila terjadi perubahan.
Saat ini pemerintah Indonesia dan WHO tidak membatasi perjalanan maupun melakukan karantina untuk flu babi. Bila anda melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang tertular flu babi (saat ini adalah California Selatan dan Texas di Amerika Serikat dan Mexico), maka anda harus memperhatikan langkah-langkah berikut ini untuk meminimalisir risiko anda tertular flu babi:
Anda sebaiknya berkonsultasi dengandokter anda secepatnya dan memberitahu dokter anda bahwa anda mengalami gejala-gejala flu babi dan baru saja kembali dari daerah yang tertular flu babi (pada saat ini California Selatan dan Texas di Amerika Serikat dan Mexico).
Anda harus berkonsultasi dengan dokter setempat secepat mungkin dan jangan meneruskan perjalanan anda sampai anda dinyatakan sehat oleh dokter tersebut.
Ada vaksin untuk diberikan kepada babi guna mencegah flu babi, akan tetapi belum ada vaksin untuk melindungi manusia dari flu babi. Vaksin influenza untuk mencegah influenza musiman kemungkinan tidak dapat melindungi terhadap infeksi virus flu babi (H1N1).
Sampai sejauh ini belum ada laporan mengenai penderita flu babi di Indonesia. Akan tetapi tindakan higiene yang baik seperti mencuci tangan setelah kontak dengan binatang, termasuk babi, harus dipertahankan.